Tampilkan postingan dengan label Pertanian Ku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertanian Ku. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Oktober 2014

Sabtu, 18 Oktober 2014.

KOMPOES 1.
Konstruksi vertikultur tipe segitiga oleh relawan calon pengurus KOMPOES, program ini merupakan program perdana yang melibatkan relawan dan pengurus KOMPOES untuk terjun ke lahan secara langsung. Antusias untuk kerja keras dan berusaha memberikan karya yang terbaik bisa dilihat dari semangat rekan-rekan dalam mengerjakan vertikultur ini. Semoga ini adalah langkah awal untuk kita terus berkarya dengan imajinasi dan impian yang kita inginkan. Semangat!







Rabu, 11 Desember 2013

Anggrek merupakan tanaman hias asli indonesia yang sangat bagus prospeknya untuk dijadikan suatu peluang usaha. Terbukanya peluang usaha didorong tumbuhnya minat masyarakat penggemar yang semakin bertambah, dan kurangnya produksi oleh produsen lokal sendiri, serta kualitas produk yang seadanya.
Pengusaha tanaman hias khususnya anggrek berperan memberi sumbangan besar bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Sebenarnya, sektor ini bisa berperan lebih besar lagi, sebab keanekaragaman hayati Indonesia akan anggrek terdapat ribuan spesies merupakan potensi besar untuk membentuk Industri yang kokoh. Salah satu alternatif untuk memperbanyak tanaman anggrek dengan melalui kultur jaringan. Bila dikembangkan secara cermat dan bersungguh-sungguh, tentu dapat menyediakan lapangan kerja yang amat besar..
Kultur jaringan merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara modern, teknik perbanyakan tanaman ini dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun, mata tunas, biji serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap. Prinsip utama dari teknik kultur jaringan adalah perbayakan tanaman dengan menggunakan media buatan yang dilakukan di tempat steril.
Bibit yang dihasilkan dari kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan, antara lain: mempunyai sifat yang identik dengan induknya, dapat diperbanyak dalam jumlah yang besar sehingga tidak terlalu membutuhkan tempat yang luas, mampu menghasilkan bibit dengan jumlah besar dalam waktu yang singkat, kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin, kecepatan tumbuh bibit lebih cepat dibandingkan dengan perbanyakan konvensional. Banyak masyarakat yang memeiliki persepsi negatif terhadap kultur jaringan sehingga perkembangan kultur jaringan di Indonesia sangat lambat.  Mereka beranggapan bahwa kultur jaringan merupakan kegiatan kultur jaringan yang membutuhkan investasi sangat mahal untuk membangun laboratorium serta membeli peralatan dan bahan yang diperlukan..  Sebenarnya kulturjaringan dapat dilakukan dengan investasi yang relatif murah dengan cara melakukan modifikasi-modifikasi peralatan dan bahan yang digunakan.  Kultur jaringan dapat dilakukan oleh siapa saja, karena untuk melakukan kultur jaringan kita hanya memerlukan pengetahuan praktis dan ketrampilan untuk melakukan kegiatan kultur jaringan khususnya perbanyakan anggrek, hal ini dapat dilakukan dirumah dan kita bisa membuat laboratorium kultur jaringan di rumah sendiri, sehingga kegiatan kultur jaringan merupakan kegiatan home industry..  Sudah saatnya kita mengembangkan suatu teknik yang dapat memperbanyak anggrek dengan jumlah yang cukup banyak yaitu dengan teknik kultur jaringan, sebenarnya teknik ini cukup sederhana, hanya masyarakat belum begitu memahaminya . Keadaan ini  mendorong penulis untuk mencoba memperkenalkan kultur jaringan yang prosesnya dapat dilakukan oleh siapa saja dan dapat dilakukan dirumah dengan :
  1.  Memodifikasi Perlengkapan Kultur Jaringan
  2. Ruangan
Ruangan cukup dengan menggunakan minimal ukuran 3 x 3 m, didalam ruangan ini dapat digunakan untuk menyiapkan media, menanam, menginkubasi kultur. Untuk tempat mencuci dapat dilakukan diluar ruangan, sedangkan untuk pembibitan di nursery dapat menggunakann beranda, bahkan kebun di belakang rumah yang dibangun rumah dengan atap paranet.
1. Peralatan
Peralatan yang paling penting dalam kegiatan kultur jaringan adalah autoklaf, fungsinya adalah untuk mensterilakan semua peralatan dan media kultur agar tidak terjadi kontaminasi oleh mikroorganisme. Autoclaf dapat diganti dengan menggunakan panci presto atau rice cooker, sedangkan Laminar air flow cabinet/ meja tanam dapat diganti dengan enkas harganya relatif murah, botol kultur dapat menggunakan botol bekas selai yang harganya lebih murah. Sedangkan tutup botol menggunakan bungkus plastik yang tahan suhu tinggi dan diberi karet gelang. Rak kultur tidak harus terbuat dari almunium atau besi tetapi dapat menggunakan kayu, yang penting bahan tersebut kuat untuk menampung botol-botol kultur. Air Conditioner (AC) diperlukan untuk mencegah suhu tetap stabil, namun penggunaan. AC dalam laboratorium kultur jaringan  bukan suatu keharusan terutama untuk anggrek yang penting dapat mengkondisikan suhu sekitar 25-28 C. pH meter digunakan untuk mengukur pH media, ketika membuat media, alat ini harganya mahal sehingga dapat diganti dengan pH indikator harganya lebih murah,  Alat diseksi merupakan peralatan untuk menanam eksplan ke dalam botol kultur mutlak diperlukan, bunsen atau lampu pembakaran.  Timbangan diperlukan untuk menimbang bahan kimia/ nutrisi  yang diperlukan dalam pembuatan media kultur. Hot plate magnetik stirer digunakan untuk mengaduk sekaligus pemanas dapat diganti dengan menggunakan panci biasa dan diaduk secara manual saja, hand sprayer digunakan untuk menyemprot dalam sterilisasi,
2. Bahan
Glukosa digunakan sebagai sumber energi untuk eksplan dan planlet yang dapat diganti dengan gula biasa yaitu gula pasir.  Unsur hara adalah bahan kimia anorganik yang diperlukan dalam membuat media kultur dengan menggunakan bahan kimia yang pure analisis dan harganya sangat mahal, ini dapat digantikan dengan menggunakan pupuk Growmore atau pupuk gandasil sebagai unsur hara makro dan mikro] untuk pemadat menggunakan agar bacto, tetapi dapat menggunakan agar biasa harganya relatif murah, sedangkan zat pengatur tumbuh biasanya menggunakan yang pure analisis harganya sangat mahal, ini dapat diganti dengan menggunakan ekstrak tomat, ekstrak pisang dan air kelapa muda, sterisasi bahan dapat menggunakan bayclean/ clorok, untuk vitamin bisa menggunakan vit B1 dan arang aktif dapat menggunakan norit, alkohol digunakan sebagai bahan sterilisasi pada saat menanam eksplan/ planle..
B. Teknik Perbanyakan tanaman dengan menggunakan biji
Penaburan biji dilakukan melalui tahap-tahap kegiatan berikut :
  • Buah dicuci dahulu dengan sabun/detergen hingga bersih kemudian dibilas dengan air mengalir berulang kali .
  • Buah yang sudah dicuci dibawa ke ruang penaburan atau ke dalam enkas, didalam enkas tersebut, ada lampu spirtus, alkohol 70% dalam box stainless steel atau botol selai, botol selai berisi air steril, pinset dan alat alat lain telah dipersiapkan pula.
  • Kemudian buah dijepit dengan pinset dan dicelupkan ke dalam alkohol 70% atau spirtus, buah dibakar dengan api spirtus, dicelupkan ke dalam air steril, dimasukkan ke dalam alkohol 70% diulangi 3 kali
  • Setelah pembakaran yang ketiga selesai dan api yang membakar buah sudah benar benar padam, maka buah langsung dimasukkan ke dalam enkas dan diletakkan diatas cawan petridish
  • Buah dibelah memanjang dengan scalpel steril yang tajam, sehingga akan terlihat biji anggrek berwarna putih dalam jumlah yang sangat banyak, biji berukuran sangat kecil menyerupai serbuk
  • Biji ditaburkan dalam media padat dengan cara mengetuk ngetuk bagian atas pinset dengan jari telunjuk sehingga biji berjatuhan diatas media, supaya biji dapat jatuh secara merata diatas permukaan media (tidak menggumpal gumpal), maka pada saat pinset diketuk, pinset digerakkan mengitari botol, Bila penaburan telah selesai, botol segera ditutup dengan penutup botol, penutup botol biasanya dari  plastik yang dikaret
Aklimatisasi 
Akliimatisasi adalah masa adaptasi tanaman hasil pembiakan secara kultur jaringan yang semula kondisinya terkendali kemudian menjadi berubah pada lingkungan yang tidak terkendali. Apabila dalam tahap aklimatisasi berhasil maka secara keseluruhan perkembangbiakan secara kultur jaringan berhasil pula. Masa aklimatisasi ini merupakan masa kritis bagi tanaman karena tanaman yang semula mendapat nutrisi dari media secara tiba-tiba harus mencari makanan (nutrisi) sendiri, caranya adalah sebagai berikut :
  1. Buka tutup botol dan masukkan air sampai setengahnya, goyan botol hingga tanaman dan akarnya terpisah dari agar-agar.
  2. Keluarkan anakan anggrek menggunakan pinset atau kawat yang ujungnya dibengkokkan membentuk huruf “U”. Caranya dengan mengaitkan dan menarik akar anakan anggrek keluar sampai terjatuh ke dalam baskom yang berisi air bersih dan steril.
  3. Cuci anakan anggrek hingga bersih dan tidak terdapat agar-agar
  4. Rendam anakan anggrek di dalam wadah (fungisisda) dengan dosis 2-3 mg per liter air agar tidak ditumbuhi jamur.
  5. Letakkan planlet anggrek di atas wadah dan diangin-anginkan agar bebas dari air. Setelah kering, pindahkan anggrek ke dalam kompot. Satu kompot bisa digunakan untuk 20-40 anakan anggrek, tergantung pada ukuran kompot dan besarnya anakan, kemudian dilakukan pembesaran
Tanaman anggrek banyak diminati oleh banyak orang karena dari warna, penampilan dan harga yang ekonomis. Perbanyakan tanaman anggrek melalui kultur jaringan melalui beberapa tahapan yaitu diawali dari pembuatan media, persiapan eksplan, inisiasi (penanaman), multiplikasi (sub kultur) dan aklimatisasi.
Sumber Video:  http://www.youtube.com


Salam Tani !!!  Semoga kesehatan selalu berlimpah bagi rekan-rekan Gerbang Pertanian semua. Namun jika saat ini ada  saudara, sahabat, teman atau bahkan  rekan-rekan Gerbang Pertanian sendiri tengah menderita sakit maag nggak usah kuatir, kali ini maspary akan memberikan resep/ ramuan kunir madu yang sangat jitu untuk mengatasi sakit maag.

Kenapa maspary bilang sangat jitu……..
Karena maspary telah mempraktekan sendiri resep kunir madu untuk maag tersebut. Beberapa orang alhamdulillah telah tertolong dengan resep tersebut. Yang tadinya terasa perut panas, sakit melilit, terasa mual dan kembung bisa berkurang dan bahkan sembuh. Tergantung keyakinan kita dan ketelatenan kita.
Resep tersebut bukan sekedar uji coba maspary, akan tetapi maspary peroleh dari seorang ahli pengobatan tradisional dari daerah banyumas yang ketika itu sedang mengobati istri maspary yang kena maag kronis (nggak doyan makan, mual dan sering muntah). Dari dokter umum sampai dokter spesialis dalam sudah maspary kunjungi, namun hasilnya nol. Berbagai macam obat yang diberikan nggak bereaksi sama sekali justru membikin gelisah dan sulit tidur.  Bahkan ada obat kalau gak salah namanya “ ranitidin ” jika diberikan justru membuat lambung istri saya perih dan semakin mual.

Gak usah panjang lebar, jika ingin mencoba silahkan mudah-mudahan berjodoh dengan penyakit maag yang rekan-rekan derita :

Bahan dan Alat :
  1. Kunir empu (kunir yang tua, atau umbi kunir) kalau dipotong biasanya berwarna kuning tua.
  2. Madu (sesuai dengan judul)
  3. Gula pasir
  4. Air mendidih
  5. Parut
  6. Gelas
  7. Sendok makan
  8. Saringan
Cara membuat :
  1. Parut kunir empu tersebut kira-kira 2-3 empu
  2. Sambil marut kunir rebus air kira-kira setengah gelas
  3. Peras kunir dan ambil airnya kira-kira 2 sendok makan (jangan dikasih air)
  4. Masukkan madu satu sendok
  5. Masukkan gula pasir sekitar sepucuk sendok
  6. Aduk-aduk sampai rata
  7. Tambahkan air mendidih kira-kira 75 ml (1/3 gelas kecil atau gelas belimbing)
  8. Aduk-aduk sampai rata
  9. Minum hangat-hangat pagi sebelum sarapan dan sore sebelum makan malam
  10. Lakukan selama 5 hari saja, Insya Alloh sembuh.
Demikian resep kunir dan madu untuk mengatasi penyakit maag. Semoga Alloh SWT memberi kesembuhan dari penyakit maag yang rekan-rekan derita.

     Salam Tani !!
         Maspary

Selasa, 10 Desember 2013

Bioteknologi telah digunakan selama berabad-abad untuk meningkatkan hasil panen, termasuk beras, makanan pokok kita. National Biotechnology Week adalah kesempatan besar untuk mengakui peran bioteknologi dalam membantu meningkatkan hasil panen dan produktivitas pertanian dan untuk mempelajari lebih lanjut tentang potensinya untuk membuat nasi lebih bergizi.
 
The International Rice Research Institute, bersama-sama dengan mitra - mitranya, keinginan Filipina perayaan bermakna Nasional Bioteknologi Week 2013 ! 
Bioteknologi adalah salah satu dari beberapa cara untuk mencapai dan mempertahankan ketahanan pangan, akses yang sama terhadap pelayanan kesehatan, lingkungan yang aman, dan pengembangan industri. Setiap tahun, Filipina memperingati Pekan Nasional Bioteknologi ( NBW ) pada minggu terakhir bulan November. Melalui Presiden Proklamasi No 1414, NBW menyoroti penggunaan yang aman dan bertanggung jawab bioteknologi dan produk-produknya. 
Di bidang pertanian, bioteknologi dapat diterapkan dalam berbagai cara, dan salah satu yang paling terkenal dan dibicarakan adalah melalui pengembangan rekayasa genetika ( GM ) tanaman. Petani dan konsumen mendapatkan keuntungan dari penelitian genetik padi, karena dapat menyebabkan varietas padi baru yang memiliki hasil yang lebih tinggi, kualitas yang lebih tinggi, dan lebih tahan terhadap hama, penyakit, dan dampak perubahan iklim. Potensi manfaat beras GM juga penting, khususnya di sekitar meningkatkan gizi. 
Di sini, di IRRI , hanya sekitar 5 % dari beras pemuliaan pekerjaan kami adalah GM, yang hanya digunakan ketika semua metode pemuliaan lainnya telah habis dan ketika ia menawarkan manfaat kemanusiaan, lingkungan, atau produktivitas berpotensi sangat tinggi. 
Departemen Pertanian - Filipina Rice Research Institute ( DA - PhilRice ) bekerja sama dengan IRRI untuk mengembangkan dan mengevaluasi Golden Rice karena potensinya untuk membantu mengurangi kekurangan vitamin A . Jika disetujui oleh regulator pemerintah, Golden Rice akan menjadi tipe pertama GM makanan yang dapat membantu meningkatkan gizi masyarakat . Hal ini juga penting untuk dicatat bahwa Golden Rice sedang dikembangkan atas dasar nirlaba, ia adalah sebuah aplikasi bioteknologi untuk kebaikan publik. 
Golden Rice sedang dikembangkan sebagai potensi pendekatan berbasis pangan baru untuk meningkatkan status vitamin A. Hal ini dimaksudkan untuk melengkapi pendekatan lain yang sudah ada untuk mengatasi dampak buruk dari kekurangan vitamin A, suatu kondisi yang dihasilkan dari kekurangan yang cukup vitamin A dalam tubuh . Anak-anak dan wanita hamil dan menyusui adalah yang paling rentan terhadap kekurangan vitamin A karena kebutuhan yang meningkat mereka mikronutrien - hal itu menyebabkan anak-anak sakit, buta, dan bahkan mati. Di Filipina, kekurangan vitamin A mempengaruhi sekitar 1,7 juta anak ( 15,2 % ) berusia 6 bulan sampai 5 tahun . Defisiensi vitamin A subklinis mempengaruhi satu dari setiap sepuluh wanita hamil. 
Ada banyak cara orang bisa mendapatkan vitamin A, mulai tentu saja dengan diet beragam dan bergizi penuh buah-buahan dan sayuran segar dan dengan produk hewani seperti telur, hati, keju, dan susu. Beberapa orang, bagaimanapun, memiliki akses terbatas ke daging dan produk lainnya makanan hewani, buah-buahan, dan sayuran yang mengandung beta karoten. Oleh karena itu, berbagai pilihan yang diperlukan untuk membantu orang mendapatkan cukup vitamin A. Memberikan jumlah yang cukup vitamin A, di sisi lain, mengurangi kematian anak secara keseluruhan dengan 23-34 %. 
Golden Rice mengandung beta karoten , yang diubah menjadi vitamin A bila dimakan . Karena beras sangat populer di Filipina , memberikan beras yang lebih bergizi dan yang mengandung beta karoten dapat membantu meningkatkan vitamin rakyat statusnya A. Pada gilirannya, hal ini dapat mengurangi luas dan dampak kekurangan vitamin A antara Filipina.

Golden Rice ini tentunya merupakan perkembangan menarik , dan sementara itu belum tersedia , ini adalah salah satu yang perlu diperhatikan selama NBW seperti yang kita lihat cara bioteknologi dapat membantu Filipina.

Sumber: http://irri.org

Kamis, 05 Desember 2013

PADANG, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian mengalami kekurangan pengamat hama. Saat ini, instansi tersebut membutuhkan sekitar 3.060 orang untuk mengisi pos tersebut.

Menteri Pertanian (Mentan) Suswono mengatakan, idealnya satu orang pengamat hama menangani satu kecamatan. Namun yang terjadi saat ini adalah satu orang pengamat hama menangani 3 hingga 4 kecamatan.

"Artinya masih jauh belum mendapatkan sumber daya manusia untuk pengamat hama ini," kata Suswono di Padang, Kamis (31/10/2013).

Untuk mengangkat tenaga kerja pengamat hama ini diakui Suswono tidak mungkin dari kalangan pegawai negeri sipil. Pihaknya akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mencari sumber daya manusia untuk dijadikan pengamat hama.

"Yang jelas untuk pengangkatan tenaga kerja seperti ini tentu PNS enggak mungkin. Yang kita lakukan mungkin dengan daerah kita kerjasama," ujarnya.

Untuk itu, Kementan akan menjalin kerjasama dengan pihak pemerintah daerah untuk mencari para petani yang memiliki dedikasi tinggi guna dilatih menjadi pengamat hama.
JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Pertanian (Kementan) mengklaim neraca perdagangan dari sektor pertanian masih ada yang positif. Namun, diakui baru subsektor perkebunan saja yang merajai, sementara komoditas hortikultura masih banyak importasi.

Direktur Pemasaran Internasional, Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementan, Mesah Tarigan, mengatakan, neraca perdagangan hasil pertanian masih surplus didorong

"Itu tidak terbantahkan, itu yang mendongkrak neraca kita," kata Mesah dalam diskusi publik bertajuk Menyoal Kebijakan Perdagangan Internasional dan Pertanian, di Jakarta, Kamis (14/11/2013).

Namun, di sisi lain komoditas hortikultura masih menghasilkan neraca negatif. Kendati demikian, Mesah menyangkal neraca negatif tersebut menggambarkan buah dan sayur impor lebih diminati konsumen daripada produk lokal.

"Kebetulan buah-buahan itu ditempatkan di tempat yang eye-catching," ucap Mesah.

Meski begitu, ia menegaskan, buah dan sayur impor hanya sedikit yang merembes ke pasar tradisional. Umumnya produk ini dipasarkan di pasar modern. Kalaupun ada di pasar tradisional, Mesah mengklaim jumlahnya tak lebih dari delapan persen.

Mesah juga menyatakan pentingnya pengelolaan pascapanen dan placement produk hortikultura agar masyarakat lebih tertarik produk lokal.

"Bicara pertanian, masih bagus dari sisi data. Kemampuan kita mengekspor masih sangat rendah. Buah itu kalau tidak dikelola langsung busuk. Sehingga, pengelolaan buah ini harus intensif dan hati-hati," katanya.
empat komoditas, yaitu kelapa sawit, karet, cokelat, dan kopi.
Bandung, Media Publica – Saat ini, banyak sekali penemuan canggih terkait dengan teknologi. Diantaranya dapat meringankan berbagai pekerjaan manusia. Tak hanya pekerjaan yang terkait dengan industri besar saja, pekerjaan yang biasa dikerjakan secara tradisional seperti di bidang pertanian juga membutuhkannya.

Teknologi yang diciptakan dua gadis dari Padepokan Robot  Bandung, Michelle Emmanuela dan Jocelyn Olivia ialah robot penyiram tanaman. Robot ini dilengkapi oleh pengaturan kelembaban otomatis.

“Robot ini akan menyiram bunga dengan otomatis dengan pengaturan tingkat kelembaban yang dapat disesuaikan,” kata Michelle di sela-sela pameran robot di Grand Hotel Panghegar Kota Bandung.

Robot penyiram tanaman itu merupakan salah satu dari sejumlah robot yang dipamerkan pada acara konferensi internasional keragaman hayati, perubahan iklim dan ketahanan pangan (International Conference on Biodiviersity, Climate Change, and Food Security). Piranti yang dinamakan robot penyiraman tanaman karena dapat mengecek kelembaban tanah, sehingga dapat menyiram sesuai dengan kondisi kelembaban tanah tersebut. Dengan mengadopsi teknik pelacak lintas (line tracker), maka robot dapat bergerak secara konsisten mengikuti alur di lahan pertanian.

“Robot ini akan berjalan mengikuti alur, dan saat mendeteksi tanah yang kering, robot ini akan menyiramnya,” kata Michelle.

Selain robot yang dibuat oleh padepokan robot Bandung, maka ada sejumlah robot lain yang dipamerkan di hotel Grand Panghegar mulai dari tanggal 2 Juli 2013. Salah satunya robot dari Universitas Maranatha yang berupa pesawat untuk membantu petani dalam memantau areal pertaniannya.

“Pesawat ini bisa membantu petani dalam menjangkau area pertanian dengan adanya kamera streaming yang langsung dihubungkan dengan laptop,” kata Andi Pramana Tarigan, tim Robot Univeritas Maranatha.

Ia menjelaskan, dengan adanya kamera yang dipasangkan dalam pesawat tersebut, maka robot bisa memberikan sensor dalam mengukur suhu, kualitas udara, dan kelembabannya. “Nantinya pesawat tersebut bisa memberikan sensor untuk mengukur suhu, kualitas udara, dan kelembaban tanah,” katanya. Selain kedua robot tersebut, dalam pameran itu memperlihatkan pula robot hasil karya mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), UNIKOM, dan STIMIK Bandung.
    Baru-baru ini akhirnya muncul lagi sebuah penemuan baru, penemuan tersebut didapat dari pengamatan yang membahas tentang caraa tanaman mengangkut zat penting yang melintasi membrane biologis serta untuk melawan logam beracun dan hama, meningkatkan garam dan toleransi kekeringan. Selain itu, tanaman juga dapat mengontrol persediaan air dan gula untuk meningkatkan persediaan pangan dan energi dalam tumbuhan.


     Hasil kesimpulan dari 12 ahli biologi tanaman terkemuka di dunia yang telah menemukan sifat penting dari protein transportasi tanaman yang secara kolektif bisa memiliki pengaruh besar dalam pertanian global. Mereka melaporkan dlaam jurnal Nature bahwa dalam edisi 2 Mei bahwa penerapan temuan mereka dapat membantu dunia memenuhi permintaan yang semakin meningkat untuk makanan dan bahan bakar karena populasi global tumbuh dari tujuh miliar prang menjadi sekitar sembilan miliar pada tahun 2050 mendatang.

   Julian Schroeder, seorang professor biologi di UC San Diego mengatakan bahwa transpoter membran ini adalah kelas protein khusus yang digunakan tanaman untuk mengambil nutrisi dari tanah, transportasi gula, dan melawan zat-zat beracun seperti garam dan aluminium. Julian Schroeder sendiri telah bersama-sama dengan 11 ilmuwan lainnya yang berasal dari Australia, Jepang, Meksiko, Inggris, Taiwan, dan Amerika Serikat untuk berkolaborasi dalam menjelaskan bagaimana penemuan mereka secara kolektif dapat digunakan untuk meningkatkan pangan yang berkelanjutan serta dalam produksi bahan bakar.

    Schroeder yang juga berperan sebagai wakil direktur pada badan penelitian baru di UC San Diego menerapkan penelitian dasar pada tanaman untuk pangan yang berkelanjutan dan produksi bahan bakar. Ia juga mengatakan bahwa banyak penemuan baru dalam bukunya yang ia lakukan di laboratorium lain di seluruh dunia dan itu hanya diketahui oleh sekelompok kecil para ahli biologi tanaman. Namun, dengan menyebarkan temuan ini secara luas, maka para ahli biologi berharap untuk mendidik para pembuat kebijakan dan mempercepat pengaplikasian penemuan mereka dalam bidan pertanian global.

    Dalam makalah mereka, para ahli biologi menuliskan bahwa dari populasi global yang mencapai tujuh miliar, kini hampir satu miliar orang mengalami kekurangan gizi dan kekurangan cukup protein serta karbohidrat dalam diet mereka. Kekurangan makanan memiliki dampak luar biasa negatif terhadap kesehatan global dan itu akan meningkatkan kerentanan terhadap infeksi dan penyakit, serta meningkatkan resiko gangguan mental yang signifikan. Selama empat decade mendatang, diharapkan ada tambahan dua miliar manusia yang membutuhkan makanan bergizi. Seiring dengan meningkatnya urbanisasi, permintaan protein di negara berkembang akan semakin meningkat, apalagi dengan adanya perubahan iklim yang akan datang.
   
   Salah satu kemajuan dari penelitian Schroeder adalah penemuan dari transporter natrium yang memainkan peran penting dalam melindungi tanaman dari stress garam, yang mana akan menyebabkan kerugian tanaman utama dalam bidang irigasi. Ilmuwan pertanian di Australia yang dipimpin oleh Munns Rana dan rekan-rekannya  telah memanfaatkan jenis transporter natrium dalam pemuliaan penelitian untuk tanaman gandum yang lebih toleran terhadap garam dalam tanah.
Penemuan lain yang dipimpin oleh Emanuel Delhaize yang berasal dari Australia dan Leon Kochian dari Cornell University membuka potensi 30 persen lebih besar padat tanaman yang berada dalam tanah asam yang umumnya tidak dapat digunakan untuk produksi pertanaian namun kini dapat digunakan sebagai produksi pertanian yang ideal.

Sumber: http://bisakimia.com/2013/05/05/penemuan-protein-tanaman-baru-berikan-kemudahan-dalam-hal-pangan-dan-biofuel/

Translete to

Categories

Total Tayangan Halaman

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

Sponsored by

Alt/Text Gambar Alt/text Gambar Alt/Text Gambar Alt/Text Gambar

Popular Posts